Beberapa contoh dari teater modern ini antara lain yaitu Drama, Teater, Sinetron dan Film. Contoh Teater Modern. Ciri-Ciri Teater Modern. Adapun ciri-ciri teater modern yaitu: Panggung tertata rapi dengan jenis peralatan yang lebih kompleks dibandingkan dengan teater tradisional.1. Latihan pemanasan. Pemanasan atau pergangan (warn-up) yaitu gerakan bagian tubuh yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi dan meregangkan otot secara bertahap. Latihan Leher. Miringkan kepala ke bahu kiri dan tahan selama 8 hitungan. Miringkan kepala ke bahu kanan dan tahan sampai 8 hitungan.
Bacaan Umum. Universitas123 | 07 February 2022. Teater modern sering dikatakan sebagai teater mancanegara karena lahir dari luar negeri. Jadi segala konsep dari teater modern ini menggunakan kiblat konsep Barat. Saat ini, teater modern di Indonesia berkembang sangat pesat.
1. Bengkel Teater Rendra. Pentas Bengkel Teater Rendra tahun 2014 (sumber MetroTV) Menyebut nama WS. Rendra, tentunya semua sudah tahu, bukan? Termasuk juga Bengkel Teater Rendra, yang sempat dua kali "berdiri" yakni di Yogyakarta pada tahun 1961, dan Depok 1986.
1. Teater modern berkembang pada umumnya memperoleh pengaruh dari budaya.. a. Primitif. b. Pendatang. c. Kosmopolitan. d. Barat * e. Hedonisme. 2. Tugas dari seorang sutradara adalah sebagai berikut kecuali.. a. Memilih naskah yang tepat. b. Menafsirkan watak para tokoh cerita. c. Memilih pemain yang sesuai naskah. d.
Sementara itu, ciri-ciri dari teater modern yang lebih umum adalah sebagai berikut: Terdiri dari sebuah group dan sutradara. Jalan cerita telah diatur. Pertunjukan tertutup. Panggung tertata. Memiliki unsur seni. Unsur-unsur Teater Modern. Seni teater modern terdiri dari beberapa unsur yang berfungsi supaya pementasan berjalan dengan baik.
Banyak seniman teater dunia yang hadir sejak hadirnya seni ini di dunia, seperti Jean Baptiste Poquelin atau Molière, Jean Paul Satre, William Shakespare, Bernard Shaw, Edmond Rostan, dan masih banyak seniman lainnya. Untuk di Indonesia sendiri juga banyak seniman-seniman teater yang bermunculan mulai dari Rustam Effendi hingga Putu Wijaya.